Memadukan Teknologi Adaptasi terhadap Pemanasan Global

Memadukan Teknologi Adaptasi terhadap Pemanasan Global

SIEMENS Catalog
Industrial Ethernet
Drive Family Gains Integrated Web Server
Microsoft Offers a Peek at Its IoT Developments

Memadukan teknologi adaptasi terhadap pemanasan global Bagaimana teknologi berperan dalam adaptasi kita terhadap perubahan iklim? Transfer teknologi untuk adaptasi merupakan isyu yang kritis dan sebaiknya kita pahami. Mari menyimak ringkasan 10 usul dari Charity Knight.

Iklim mengalami perubahan. Dampak pemanasan global semakin kita
rasakan. Implementasi hasil  pembahasan di berbagai forum internasional
belum signifikan.

Negara-negara industri seolah tarik-menarik, lebih mengutamakan
kepentingannya sendiri. Membantu negara-negara miskin belum
kewajiban—seperti tertulis pada dokumen Copenhagen Accord tahun 2009.

Meski demikian, para ahli lingkungan menggaris bawahi agar
pembahasan pemanasan global di tingkat internasional lebih fokus
terhadap penemuan teknologi adaptasi agar umat manusia mempunyai panduan
cara menghadapi perubahan iklim.

Sebagian para pelaku industri telah menerapkan konsep greentech yakni teknik mitigasi perubahan iklim, dan bagaimana mengurangi emisi karbon.

Akan tetapi, hasil pekerjaan para pelaku industri itu masih relatif
sedikit untuk mengurangi persentase emisi di setiap negara. Kita masih
merasakan efek pemanasan global.

Kita belum mendapatkan data, apakah setiap pelaku industri di tiap negara telah melakukan  konsep greentech? Apakah penyelenggara pemerintahan telah memberikan sanksi hukum kepada para pelaku industri yang membandel?

Terjadi silang pendapat di  berbagai forum diskusi internasional.
Bahkan teknologi adaptasi sering dikecam karena tidak sesuai dengan
kepentingan (bisnis) mereka.

Berbagai pihak yang lebih percaya terhadap upaya menciptakan metode
untuk mengekang emisi yang terjadi, bukan menciptakan metode untuk
menyesuaikan tiap negara tehadap perubahan lingkungan dan cuaca.

Majalah The Economist pernah melaporkan bahwa suhu dunia dapat tercapai di bawah 3,50
C pada tahun 2100. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Syaratnya, jika
tiap negara dapat mencapai target untuk mengurangi emisi sesuai dengan
Kesepakatan Kopenhagen.

Sebenarnya, konferensi Kopenhagen menghasilkan program bantuan iklim
untuk negara-negara miskin. Namun, kesepakatan itu belum mengikat dan
tidak wajib dilaksanakan oleh negara-negara besar.

Yang paling utama dan urgen dilaksanakan  adalah  negara-negara maju
bersedia memotong emisi gas karbon dioksida dan gas lainnya dalam jumlah
yang lebih besar agar pemanasan global tidak meningkat.

Di forum Kopenhagen yang dihadiri banyak kepala negara telah disepakati,  sangat perlu upaya agar suhu tetap berada di bawah 20 Celsius. Bagaimana hal itu dilaksanakan?

Karena hasilnya belum dirasakan oleh umat dunia, para ahli
menyatakan, diperlukan kesepakatan yang lebih radikal. Akan tetapi,
bentuk tindakan radikal seperti apa yang dapat diterima oleh
dunia—terutama negar-negara maju?

Untuk itu, demikian para ahli, metode atau teknologi adaptasi menjadi
lebih penting. Charity Knight mengusulkan 10 teknologi seperti
dilaporkan Reuters. Ke-10 usulan Charity Knight dapat membantu pemerintah di seluruh dunia untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Jika negara-negara maju menjanjikan dana untuk pencapaian iklim hijau
sesuai Perjanjian Cancun, maka teknologi ini dapat dibuat dan digunakan
oleh beberapa negara yang paling rentan terhadap dampak pemanasan
global.

Ringkasan ke-10 usulan Charity Knight seperti berikut:

  1. Inovasi. Suhu global (panas) mengarah pada penyebaran banyak
    penyakit menular seperti malaria, demam berdarah, dan penyakit Lyme
    (sesuai Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB, UNFCCC). Penyebaran
    itu terjadi di sebagian besar daerah tropis dan daerah yang dekat
    dengan geografi tropis. Suhu tinggi menyebabkan meningkatnya penyakit
    bawaan makanan seperti Salmonella. Cara pengiriman obat, produksi
    obat-obatan itu sendiri, dan pencegahan penyakit—semuanya memerlukan
    teknologi inovasi.
  2. Perlindungan banjir. Pemilik properti dan petani di daerah yang
    rentan banjir semakin membutuhkan teknologi yang dapat membantu agar
    mampu beradaptasi terhadap potensi banjir. Warga membangun rumah
    panggung, dan menghambat dampak banjir serta memilih benih tanaman yang
    lebih tahan terhadap banjir.
  3. Teknologi prakiraan cuaca. Kondisi cuaca ekstrim, dari banjir hingga
    angin topan, akan menjadi lebih umum di daerah-daerah tertentu yang
    disebabkan pemanasan bumi. Prakiraan cuaca menjadi bidang inovasi yang
    sangat bergantung pada alat teknologi informasi (satelit, perangkat
    lunak, komputasi, sensor) untuk menghasilkan beberapa inovasi yang
    dibutuhkan.
  4. Alat asuransi. Untuk membantu menyebarkan risiko cuaca ekstrim dan
    suhu tinggi, maka petani dan pemerintah berinvestasi dalam program
    asuransi terhadap dampak bencana yang disebabkan cuaca.
  5. Jenis tanaman. Suhu tinggi mengurangi produktivitas pertanian secara
    dramatis. Lahan rawan risiko harus ditanami dengan benih yang kebal
    terhadap suhu tinggi, tanaman hasil rekayasa genetika berperan sangat
    tepat.
  6. Supercomputing. Ramalan cuaca dan data perubahan iklim sangat
    menguntungkan dengan menggunakan superkomputer yang lebih lebih cepat
    menghasilkan data dan berguna untuk prediksi cuaca dalam waktu nyata.
  7. Pemurnian air. Kekeringan yang lebih luas menyebabkan masalah bagi
    masyarakat dan petani. Pada saat yang bersamaan, naiknya permukaan laut
    memmengaruhi wilayah pesisir, berpotensi menyebabkan peningkatan garam
    dalam air tanah. Teknologi desalinasi dapat mengatasinya dengan
    penerapan teknologi pemurnian air.
  8. Daur ulang air. Di luar desalinasi, teknologi air lainnya termasuk
    menggunakan air hujan untuk tanaman dan kebutuhan sehari-hari. Kuncinya
    adalah penggunaan teknologi yang tepat dan murah.
  9. Sistem irigasi yang efisien. Meskipun bukan teknologi mutakhir,
    petani di daerah yang terkena dampak suhu panas dapat menerapkan sistem
    irigasi yang jauh lebih efisien.
  10. Sensor. Dengan semua potensi masalah dan fluktuasi lingkungan yang
    disebabkan pemanasan global, membutuhkan teknologi yang tepat dan akurat
    untuk memantau cuaca—dapat menggunakan teknologi sensor.

Kita dan semua pihak berperan dalam memadukan teknologi adaptasi
terhadap pemanasan global—sekecil apa pun peran di lingkungan kita
masing-masing amatlah bermanfaat, dan penting.

Source : https://www.mmindustri*co*id/adaptasi-terhadap-pemanasan-global/